Asahan,Jejakjasusnews.web.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Asahan Syawaluddin SH menunjukkan Keperdulian yang sangat tinggi dan respon cepat terhadapat puluhan siswa MTs N 2 Kisaran yang diduga mengalami keracunan setelah memkomsumsi makanan Bergizi Gratis (MBG) yang di Suplay dari dapur MBG Polres Asahan.
Saat di temui di kediamannya pada Kamis(17/9/26) Ktua KPAD Asahan, Syawaluddin mengatakan,Insiden keracunan puluhan siswa ini terjadi pada Senin (14/9/2026)saat masuk jam makan siang siswa.
Syawal mengatakan bahwa 13 siswa siswi yang diduga keracunan tersebut saat itu di rawat Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)
Dengan terjadinya insiden ini, ucap syawal lagi,”Kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian dugaan keracunan setelah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN Kisaran, yang mengakibatkan sebanyak 13 siswa dan siswi harus mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD HAMS”haraf Syawal.
Maka Keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut pemenuhan kebutuhan anak, termasuk program MBG. Kami mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah dan tenaga medis dalam memberikan pertolongan kepada para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
KPAD Asahan meminta agar kejadian ini segera ditelusuri secara menyeluruh dan objektif, termasuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Pemeriksaan terhadap makanan, proses pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga kondisi lingkungan tempat makanan dikonsumsi perlu dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang.
Kami juga meminta agar kondisi seluruh siswa yang terdampak terus dipantau sampai benar-benar dinyatakan pulih oleh tenaga medis. Jangan sampai ada anak yang mengalami dampak kesehatan lanjutan akibat kejadian ini.
KPAD Asahan menekankan bahwa pelaksanaan MBG harus memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, higienitas, kualitas bahan makanan, serta prosedur pengolahan dan distribusi yang ketat. Jangan sampai tujuan baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak justru menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.
Kami mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan MBG, khususnya pada aspek pengawasan dan jaminan keamanan makanan sebelum dikonsumsi oleh anak-anak.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, maka kami berharap ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
KPAD Asahan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi pertimbangan utama.
Anak-anak harus mendapatkan makanan yang bergizi, tetapi yang tidak kalah penting adalah makanan tersebut harus aman untuk dikonsumsi,tegas Syawaluddin mengakhiri.
Informasi yang di terima terakhir Jejak Kasus Kamis (17/9/26) bahwa siswa MTs N 2 yang diduga Keracunan tersebut bertambah menjadi 22 orang dari yang sebelumnya berjumlah 13 orang.
Sementara itu saat membesuk siswa yang diduga keracunan tersebut di RSUD Abdul Manan Simatupang Wakil Bupati Asahan Rianto mengatakan bahwa seluruh biaya perawatan siswa yang diduga keracunan tersebut di tanggung oleh Pemerintah daerah Kabupaten Asahan Sumatera Utara.
(AdeZass)












