Bungbulang Bergeliat, Tradisi Mulai Terangkat, Alun-Alun Bungbulang Diserbu Ribuan Penonton Seni Tradisional dan Bazar

Garut,Jejakkasusnews.web.id – Kecamatan Bungbulang mendadak jadi pusat perhatian se-Kabupaten Garut. Alun-Alun Bungbulang disulap menjadi panggung megah pelestarian seni tradisional sekaligus ajang unjuk gigi para seniman lokal dalam gelaran Pekan Kebudayaan dan Seni Garut Selatan 2026 yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (17–18/9/2026).

​Suasana riuh penuh antusiasme warga Bungbulang menyambut rombongan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, beserta jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang hadir langsung untuk menyaksikan ragam pertunjukan seni buhun dan atraksi budaya khas Garut Selatan.

​Melihat wilayahnya dipercaya menjadi panggung utama pementasan budaya skala kabupaten ini, Camat Bungbulang, Beni Yandiana, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. Kehadiran ruang ekspresi ini dinilainya sebagai angin segar bagi para pegiat seni lokal yang selama ini menjaga kelestarian tradisi.

​”Atas nama warga Kecamatan Bungbulang, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh pihak yang terlibat. Acara ini membuktikan bahwa seni dan budaya kita masih sangat dicintai masyarakat,” ujar Beni Yandiana di tengah meriahnya dentuman kendang dan gamelan di panggung utama.
​Keputusan menunjuk Bungbulang sebagai pusat pergelaran budaya bukan tanpa alasan.

Sekretaris Disparbud Garut, Mia Herlina, menyebut Bungbulang memiliki kekayaan seni pertunjukan dan warisan leluhur yang sangat kuat sehingga perlu terus diangkat ke permukaan agar tidak punah digerus zaman.

​Daya tarik utama acara ini terletak pada kentalnya nuansa kebudayaan yang disajikan di Alun-Alun Bungbulang.

Hanya dalam satu lokasi, warga disuguhi beragam atraksi seni tradisional—mulai dari tari seni reog, pencak silat ibing, pagelaran wayang golek, hingga seni ketangkasan yang diiringi musik musik tradisional interaktif.

​Tak hanya pementasan di atas panggung, acara juga makin semarak dengan pameran alat musik tradisional buatan pengrajin lokal, workshop seni bagi generasi muda, serta bazaar kuliner jadul khas Bungbulang yang menyedot ribuan penonton dari berbagai pelosok kecamatan.

​Melalui panggung ini, Bungbulang tak sekadar jadi tuan rumah, tetapi sukses membuktikan bahwa potensi seni dan budayanya siap bersinar serta menjadi benteng kelestarian identitas daerah.

​(Enjang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *