GARUT,Jejakkasusnews.web.id – Gelombang hitam lautan hampir saja menelan nyawa sepuluh warga Desa Situsaeur. Tragedi mengerikan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menyisakan jerit histeris dan trauma mendalam bagi para korban yang berhasil lolos dari cengkeraman maut di dasar laut.
Meski bantuan darurat kini telah disalurkan, bayang-bayang ketakutan dari detik-detik maut itu masih mencekam jiwa para penyintas.
Proses penanganan korban berlangsung di tengah suasana pilu. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengonfirmasi bahwa seluruh korban selamat yang berhasil dievakuasi dari ganasnya laut akhirnya menerima paket sembako dan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta pada Selasa (29/9/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sejak para penyintas tiba di Kantor Dinsos Garut pada 17 September 2026 lalu dengan kondisi fisik dan mental yang terguncang. Saat itu, Bupati Garut turun langsung menyerahkan paket sembako darurat, sementara bantuan finansial sempat tertahan akibat proses verifikasi berkas yang menegangkan sebelum akhirnya berhasil dicairkan lebih cepat dari tenggat 2 Oktober.
”Sembako diberikan pada tanggal 17 September bertepatan dengan kedatangan mereka yang tersisa. Pemberian bantuan diberikan langsung oleh Bapak Bupati, sementara atensi uang Rp3 juta harus menunggu kelengkapan berkas hingga baru bisa diserahkan hari ini,” ungkap Marlinda.
Lambaian tangan selamat dari maut ini diakui Kepala Desa Situsaeur, Agus Mulyadi, sebagai penambal luka bagi warganya yang menderita secara fisik dan batin.
Dengan nada bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat Pemkab Garut di tengah situasi krisis yang menimpa warganya.
”Atas nama Desa Situsaeur, kami berterima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatiannya.
Bantuan telah diterima oleh seluruh warga kami yang berhasil selamat dari tragedi kelam tersebut,” ujar Agus.
Bagi 10 korban selamat, uang tunai dan sembako yang diterima mungkin melunasi kebutuhan fisik seketika, namun ingatan mengerikan saat KM Virgo Transport 8 karam tergulung ombak akan menjadi mimpi buruk yang terus membayangi sisa hidup mereka.
(Enjang)












