MAKASSAR,Jejakkasusnews.web.id – Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi panggung pergerakan bagi seluruh anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bersinergi dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar The Iwan. Massa berkumpul dan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jalan A.P. Pettarani, tepat di depan Ramayana, Makassar.
Aksi damai yang dikawal ketat oleh aparat keamanan ini menyuarakan evaluasi total terhadap institusi keamanan dan kepemudaan. Dalam orasinya, para pimpinan aksi menegaskan bahwa pemuda harus tetap menjadi pilar kritis dalam mengawal keadilan dan integritas bangsa.
Terdapat dua tuntutan utama yang dibawa oleh massa aksi dalam krisis kepemimpinan saat ini:
Copot Jabatan Intel Polda Sulsel
Massa menuntut pencopotan pejabat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Tuntutan ini didasari atas evaluasi kinerja penegakan hukum dan fungsi intelijen yang dinilai mencederai hak-hak demokrasi serta mencederai rasa keadilan gerakan kepemudaan di Sulawesi Selatan.
Copot Menpora (Kemenpora Darurat)
Massa menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan menuntut pencopotan Menteri Pemuda dan Olahraga. KNPI menilai kondisi kepemudaan nasional saat ini berada dalam status “Darurat” akibat minimnya keberpihakan kebijakan strategis yang mampu merangkul dan memberdayakan potensi pemuda secara riil.
Aksi yang berlangsung di jalan protokol Pettarani ini diisi dengan mimbar bebas, pembacaan resolusi Sumpah Pemuda, dan pernyataan sikap bersama. Perwakilan massa menegaskan tidak akan berhenti mengawal isu ini hingga ada respons konkret dan tindakan tegas dari Kapolri maupun Presiden terkait tuntutan tersebut.
(Arman Sulsel)












