BANGKALAN,Jejakkasusnews.web.id — SURABAYA, 28 Agustus 2026 — Warga Desa Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, diguncang peristiwa memalukan yang dilakukan oknum anggota TNI Angkatan Laut sendiri. Seorang anggota aktif berpangkat Mayor berinisial Edy, bertugas di Detasemen Pasukan Katak Tanjung Perak Surabaya, terbukti bertindak layaknya perampok berseragam menyatroni rumah warga dan merampas unit mobil Pajero hanya bermodalkan fotokopi surat-surat serta Laporan Polisi PALSU.
Bukan sendirian! Mayor Edy datang membawa pasukan, mengendarai tiga unit mobil, mendatangi kediaman warga tepat pada Jumat malam sekitar pukul 01.00 dini hari — jam yang tidak wajar untuk melakukan penagihan maupun penyitaan. Dengan pamer seragam, menunjukkan dokumen palsu serta didampingi oknum yang mengaku dari Polsek Tanjung Bumi, mereka memaksa penyerahan kendaraan. Karena takut dan percaya pada aturan hukum, warga menyerahkan mobil tersebut. Barulah setelah mereka pergi, warga menyadari telah ditipu habis-habisan — Laporan Polisi itu PALSU!
Mobil hasil perampasan itu dibawa dan disimpan di lingkungan Kantor Pasukan Katak Tanjung Perak. Saat awak media mengonfirmasi langsung kepada Mayor Edy, jawabannya sungguh melukai hati rakyat:
“Itu atas perintah atasanku yang berpangkat Jenderal.”
Sebuah alasan pengecut! Seolah-olah pangkat dan seragam bisa dijadikan tameng untuk melanggar hukum!
Warga berinisial R, pemegang sah kendaraan tersebut menjelaskan: mobil itu dititipkan oleh anggota TNI Angkatan Udara bernama Tri sejak delapan bulan lalu, dengan kesepakatan jelas akan diambil saat masa pelunasan tiba. Selama 8 bulan tak pernah ada sengketa, tak pernah ada kabar masalah. Lalu tiba-tiba datang gerombolan berseragam di tengah malam, pakai dokumen palsu, bawa-bawa nama institusi — lalu mengaku hanya menjalankan perintah atasan!
“Kami sangat dirugikan, jiwa dan pikiran kami terganggu parah. Sungguh memilukan melihat TNI bersikap layaknya preman bayaran. Jangan sembunyi di balik nama Jenderal! Jangan jadikan anak buah sebagai pelaku kejahatan untuk melindungi pihak yang sebenarnya berkuasa!” — tegas pernyataan warga penuh amarah.
📢 MEDIA MENUNTUT JAWABAN TERBUKA:
🔴 Siapa Jenderal yang dimaksud memberi perintah? Nama lengkapnya harus disebut!
🔴 Siapa yang mengizinkan dokumen palsu digunakan atas nama institusi militer?
🔴 Mengapa markas Pasukan Katak dijadikan tempat menyimpan barang hasil perampasan?
🔴 Di mana pengawasan? Di mana hukumnya? Apakah pangkat lebih tinggi dari Undang-Undang?
🔴 Segera kembalikan mobil warga! Ganti rugi seluruh kerugian! Tindak tegas pelaku — dari yang paling bawah hingga yang memberi perintah tertinggi!
Rakyat tidak butuh tentara yang menindas rakyat! Rakyat butuh pelindung, bukan perampok berseragam! Jangan ada kompor mati! Kasus ini harus diusut tuntas, transparan, dan diumumkan ke publik!
(Mat)












