๐—”๐—บ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ ๐—”๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐Ÿฎ.๐Ÿฎ๐Ÿฒ๐Ÿฒ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐˜€๐˜„๐—ฎ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ ๐—จ๐—ป๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—›๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—˜๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ด๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—น: ๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—”๐—น๐—ด๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—บ๐—ฎ, ๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐˜€

BATAM,Jejakkasusnews.web.id โ€” Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta mahasiswa baru tidak membiarkan algoritma menentukan cara mereka berpikir.

Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa harus mampu memilah informasi, menguji kebenaran, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti tren.

Pesan itu disampaikan Amsakar saat menjadi pemateri dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Ballroom Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, Batu Aji, Sabtu (19/9/2026).

Sebanyak 2.266 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Amsakar menggambarkan perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara belajar, bekerja, berkomunikasi hingga aktivitas ekonomi.

Menurutnya, perubahan tersebut menuntut generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi membentuk cara manusia menerima dan mengolah informasi.

โ€œBiasakan tradisi membaca buku. Ilmu pengetahuan berkembang sangat luar biasa. Era 4.0 sudah membuat jungkir balik peradaban. Kalau kita telat, kita akan tertinggal,โ€ kata Amsakar.

Untuk menggambarkan cepatnya perubahan tersebut, Amsakar mengutip buku The Four: DNA Rahasia Amazon, Apple, Facebook, dan Google karya Scott Galloway.

Ia mencontohkan bagaimana perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook, Amazon, dan Google mampu membentuk pola konsumsi masyarakat. Di saat yang sama, perkembangan kecerdasan buatan atau AI membuat informasi dapat diperoleh dalam hitungan detik.

Namun di balik kemudahan itu, Amsakar menyoroti cara kerja algoritma media sosial yang menyajikan konten berdasarkan kebiasaan dan preferensi pengguna. Jika tidak disikapi secara kritis, pola tersebut dapat membuat seseorang terus berada dalam ruang informasi yang memperkuat pandangan sendiri tanpa cukup terpapar perspektif berbeda.

โ€œInformasi yang belum teruji bisa menyebar dengan cepat, sementara perbedaan pandangan semakin mudah melebar,โ€ ujarnya.

Mengutip pandangan Ali Rifan dalam Media Indonesia edisi 14 Agustus 2026, Amsakar mengingatkan bahwa generasi saat ini (Gen Z) hidup di tengah banjir informasi. Algoritma dapat memperbesar kemarahan, sementara hoaks dan ujaran kebencian dapat menyebar lebih cepat daripada fakta.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak terburu-buru mempercayai ataupun meneruskan informasi yang ditemukan di ruang digital.

โ€œKalau ingin mengembangkan daya kritis, lengkapi dengan data, lengkapi dengan kajian. Jangan mudah meneruskan informasi yang didapat kalau belum tahu kebenarannya,โ€ tegasnya.

Bagi Amsakar, menjadi mahasiswa bukan sekadar perubahan status dari siswa. Masa awal perkuliahan merupakan momentum membangun cara berpikir yang lebih mandiri, terbuka terhadap berbagai perspektif, sekaligus bertanggung jawab terhadap informasi yang dikonsumsi dan disebarkan.

Kemampuan berpikir kritis itu, menurut Amsakar, juga menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan membaca peluang ekonomi di Batam.

Menurutnya, pertumbuhan industri di Batam membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Peluang tersebut terbuka di berbagai sektor. Mahasiswa bidang teknik, misalnya, dapat mengambil peran dalam perkembangan industri Galangan Kapall di Tanjung Uncang. Sementara sektor penerbangan melalui pengembangan maintenance, repair and overhaul (MRO) di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim membutuhkan tenaga dengan kompetensi spesifik.

Di sektor digital, perkembangan Nongsa Digital Park juga membuka ruang bagi talenta di bidang teknologi informasi, pemrograman, animasi, dan industri kreatif.

โ€œPeluang yang cukup besar di Batam menanti adik-adik semua. Saat kuliah ini harus betul-betul dalami ilmunya,โ€ kata Amsakar.

Ia menilai pembangunan Batam tidak cukup hanya ditopang investasi dan pembangunan kawasan. Pertumbuhan tersebut harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengisi kebutuhan industri dan membaca peluang baru.

Karena itu, Amsakar mendorong mahasiswa menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk memperkuat ilmu, memperluas wawasan, membangun daya kritis, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang semakin cepat.

โ€œJadilah generasi hebat yang membanggakan diri, keluarga, serta berkontribusi bagi Batam, Kepri, dan Indonesia,โ€ tutup Amsakar.

(Izazatย karunia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *