LEMBANG,Jejakkasusnews.web.id – Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut berhadiah satu unit mobil yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Pamidangan BBS Lembang, menyisakan pertanyaan terkait mekanisme penilaian pertandingan. Adanya ketidakpuasan dari peserta terhadap hasil penilaian mendorong munculnya permintaan klarifikasi resmi kepada panitia dan perangkat pertandingan.
H. Iik Nurhikmat, S.IP., selaku owner Padepokan Kembar Putra dari Kota Sumedang, berharap pihak penyelenggara dan perangkat pertandingan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar serta mekanisme penilaian yang diterapkan dalam kontes tersebut.
Menurut Ajay, salah seorang pengurus Padepokan Kembar Putra, sebelum pembagian hadiah, pihaknya sempat menanyakan persoalan penilaian kepada salah seorang perangkat pertandingan. Namun, jawaban yang diterima dinilai belum memberikan penjelasan yang masuk akal dan logis sehingga masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Atas dasar itu, pihak Padepokan Kembar Putra berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui klarifikasi resmi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di kalangan peserta maupun masyarakat pecinta seni ketangkasan domba Garut.
Permintaan klarifikasi ini bukan semata-mata persoalan menerima atau tidak menerima hasil pertandingan, melainkan menyangkut pentingnya transparansi, objektivitas, dan konsistensi penilaian dalam kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas serta marwah seni ketangkasan domba Garut.
Sejumlah pertanyaan mendasar dinilai perlu mendapatkan jawaban yang jelas dari pihak berwenang, khususnya terkait penilaian terhadap domba bernama Kuda Api dan Shincan.
Lima Poin yang Memerlukan Klarifikasi
1. Hak peserta untuk memperoleh penjelasan nilai
Apakah peserta atau ofisial berhak meminta penjelasan terperinci mengenai nilai yang diberikan oleh juri? Jika hak tersebut tersedia, siapa yang berwenang memberikan klarifikasi dan bagaimana prosedur resmi untuk mengajukan pertanyaan atau keberatan terhadap hasil penilaian antara Kuda Api kota Sumedang dan Shincan mustika jaya?
2. Transparansi mekanisme evaluasi penilaian
Apabila terdapat perbedaan nilai yang signifikan ant juri atau dugaan ketidaksesuaian dalam penerapan kriteria penilaian, apakah tersedia mekanisme evaluasi yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan? Bagaimana prosedur tersebut dijalankan sesuai dengan peraturan pertandingan yang berlaku?
3. Dasar pemberian nilai 80 pada teknik bertanding
Apa parameter konkret yang menjadi dasar seekor domba memperoleh nilai 80 pada unsur teknik bertanding? Apakah terdapat indikator teknis dan pedoman tertulis yang menjadi acuan juri dalam menentukan besaran nilai tersebut?
4. Standar penilaian efektivitas pukulan antara kuda api 67 dan sincan 68 ,
Bagaimana juri membedakan pukulan yang efektif dan tepat sasaran dengan pukulan yang terlihat keras, tetapi kurang tepat sasaran? Unsur apa saja yang menjadi pertimbangan dalam penilaian, dan bagaimana bobot masing-masing unsur ditetapkan berdasarkan ketentuan pertandingan?
5.dari nilai keberanian beda satu poin Antara kuda api dan sincan..apa yang membedakan nilai berbeda?
Perangkat Pertandingan Diharapkan Memberikan Klarifikasi Resmi
Melalui pemberitaan ini, pihak Padepokan Kembar Putra berharap panitia penyelenggara, serta perangkat pertandingan Pamidangan BBS Lembang bersedia memberikan tanggapan dan klarifikasi resmi atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Klarifikasi diharapkan dapat disampaikan melalui forum resmi atau pernyataan tertulis dengan mengacu pada peraturan dan pedoman penilaian yang benar-benar digunakan dalam pertandingan.
Langkah tersebut penting agar setiap pertanyaan dapat dijawab berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku, bukan sekadar asumsi atau penafsiran masing-masing pihak. Selain itu, peserta dan ofisial perlu memperoleh ruang dialog yang konstruktif untuk memahami dasar pemberian nilai, bobot setiap unsur, serta mekanisme penyelesaian keberatan.
Klarifikasi resmi bukanlah bentuk serangan terhadap juri maupun panitia. Sebaliknya, keterbukaan merupakan bagian dari upaya menjaga kredibilitas perangkat pertandingan dan kepercayaan peserta terhadap hasil kompetisi.
Oleh karena itu, pihak terkait diharapkan dapat menanggapi permintaan ini secara proporsional, profesional, dan terbuka. Tujuannya bukan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan bahwa penilaian dalam seni ketangkasan domba Garut memiliki dasar yang jelas, diterapkan secara konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Padepokan Kembar Putra, persoalan ini perlu mendapatkan penjelasan yang terang agar tidak menyisakan tanda tanya berkepanjangan. Kepercayaan terhadap sebuah pertandingan tidak hanya dibangun melalui hasil akhir, tetapi juga melalui kejelasan aturan, objektivitas penilaian, dan kesediaan perangkat pertandingan menjelaskan keputusan yang diambil.
Demi menjaga marwah seni ketangkasan domba Garut, klarifikasi yang terbuka dan bertanggung jawab menjadi langkah penting untuk memperkuat sportivitas serta kepercayaan seluruh pecinta tradisi tersebut.
Kini, penjelasan resmi dari panitia dan perangkat pertandingan Pamidangan BBS Lembang dinantikan.
Nurrakhman












